Sunday, February 21, 2010

SQLite si Simple yang Bertenaga


-->
-->
A.        Embedded Database
Bicara mengenai database hal ini tentunya tidak terlepas dari aplikasi dan data. Database berfungsi untuk membuat, menyimpan, mencari dan memanggil kembali data yang terdapat didalam database tersebut. Diantara banyak database yang tersedia baik yang berbayar ataupun opensource, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga perlu kita pelajari agar database yang kita pilih benar-benar tepat dan sesuai dengan sistem yang akan kita bangun. Database embedded merupakan salah satu jenis database yang cukup populer dan banyak digunakan hingga saat ini. Database jenis ini adalah database yang menawarkan kemudahan bagi penggunanya karena semua data umumnya disimpan dalam satu file tunggal saja, sehingga menjadikan database ini sangat mudah untuk dibagi, dipindahkan dan mudah untuk dimanage.

-->
Sistem database embedded mempunyai ciri yang sangat bertentangan dengan database dengan basis kerja client/server seperti MySQL, Oracle atau Postgree SQL, karena database seperti ini terdapat pembagian secara jelas antara client dan server. Database embedded tidak mempunyai proses server yang terpisah, sehingga memungkinkan untuk reads dan writes data secara langsung seperti file biasa. Meskipun sebagian besar database saat ini menggunakan bahasa SQL standar, namun umumnya masing-masing database system menambahkan fitur dan tambahan syntax tersendiri yang membuat perbedaan besar antar database. 
-->
Dalam menentukan database yang akan kita gunakan untuk membangun sistem kita, terlebih dahulu kita tentukan apakah sistem kita bergerak secara embedded atau client/ server, berikut
Noprianto menjelaskan detail alasan kita menggunakan database embedded  yaitu:
1.       Kita akan sering memindahkan database dari satu tempat ke tempat lain
2.       Sistem yang kita bangun tidak melayani kebutuhan enterprise (contoh: tidak membutuhkan database clustering)
3.       Kita tidak membutuhkan banyak fitur advance untuk sistem kita seperti trigger, stored procedure dan lain-lain.
Diantara berbagai jenis database embedded yang ada, SQLite merupakan salah satu database jenis ini yang cukup menarik untuk dicoba. Hal ini karena SQLite secara umum sangat stabil dan reliable untuk digunakan, selain lisensi yang berupa public domain dan kemampuannya untuk digunakan dalam berbagai bahasa pemrograman, database ini juga dapat menampung data yang sangat besar (didalam situsnya SQLite mengklaim hingga 2 tera) sehingga dengan ketentuan diatas, pemanfaatan database embedded untuk membangun game, atau aplikasi berbasis desktop cukup bisa diandalkan.
-->
B.        SQLite
Didalam SQlite, terdapat dua macam syntax perintah yang dapat digunakan, jenis syntax pertama adalah syntax SQLite itu sendiri yang selalu dimulai dengan karakter titik (.), sedangkan jenis syntax kedua adalah syntax SQL standard untuk memanipulasi data didalam database.  
-->
1.       Memulai dan mengenal SQLite
Untuk memulai menggunakan SQLite, buka command prompt dan arahkan command prompt ditempat sqlite3.exe tersimpan. Untuk memudahkan kita dalam mengatur database , setting terlebih dahulu path untuk sqlite3.exe tersebut pada environment variables, sebelumnya file sqlite3.exe ini dapat anda unduh disitus resmi SQLite, disini atau langsung search di google. Akan terbuka halaman command prompt seperti dibawah ini.
 

-->
Seperti gambar diatas, untuk membuka database lama atau membuat database baru didalam SQLite kita inputkan perintah ‘sqlite3 kamus.din’ sehingga jika sebelumnya kita belum mempunyai database ‘kamus.din’ maka secara otomatis akan terbentuk database baru bernama ‘kamus.din’ yang akan tersimpan di ‘C:\Documents and Settings\Syamsudin’ ketika sqlite ditutup.  Kita buat tabel baru dengan menggunakan syntax SQL standard seperti diatas. Untuk mengetahui perintah khusus yang terdapat di SQLite dapat kita ketikkan ‘.help’.
Salah satu contoh perintah khusus didalam SQLite untuk mencetak hasil select kedalam file html
 

-->
1.       Membangun aplikasi java dengan SQLite
Java sebagai salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat berjalan diberbagai sistem operasi, juga mendukung SQLite sebagai databasenya. Didalam java sendiri, terdapat beberapa cara untuk membangun sebuah program, diantaranya adalah program yang dibuat secara manual yaitu menggunakan text editor seperti gel, gedit, atau notepad. Sedangkan cara lain yaitu menggunakan aplikasi IDE untuk java seperti Netbeans atau Eclipse.
-     Untuk java dengan text editor
Ada beberapa langkah didalam mengkoneksikan SQLite dengan java yaitu:
1.       Menempatkan library SQLite di forder JRE java. Library SQLite tersebut dapat diunduh disini. Salin folder jre tersebut ke C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_02 jika instalasi java kita sebelumnya kita tempatkan disana
2.       Membuat file database
Kita buat file database SQLite berikut tabelnya seperti diatas, dan menempatkannya satu folder dengan program java kita
3.       Membuat objek koneksi
Didalam java kita buat objek koneksi untuk menghubungkan program java kita dengan SQLite. Seperti ini:
-->
void koneksi(){
  try{
    Class.forName("SQLite.JDBCDriver");
    connection = DriverManager.getConnection("jdbc:sqlite:/kamus.din");
  }
  catch (Exception DBException){
    System.err.println("Error : " + DBException);
  }
} 

Pada kamus.din diatas, dapat anda ganti dengan nama database kita sendiri.
4.       Untuk melakukan manipulasi data didalam database, kita dapat menggunakan syntax bahasa SQL standard didalam program java kita

-     Untuk java dengan program Netbeans IDE

Netbeans sebagai program IDE pada java menawarkan kemudahan penggunanya untuk membangun suatu aplikasi, karena hanya dengan drag sedikit tambahan konfigurasi, pengguna sudah dapat membuat program. Didalamnya netbean juga mendukung dengan lengkap banyak library yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah program.
Ada beberapa langkah didalam mengkoneksikan SQLite dengan java pada netbeans yaitu:
1.       Kita buka program Netbeans. Disini kita gunakan Netbeans IDE 6.0
2.       Buka program yang akan dibangun. Saya anggap anda sudah mampu membuat program java di netbeans.
3.       Daftarkan library SQLite di netbeans.
Library SQLite untuk netbeans dapat anda unduh disini
-          Buka program, pada tab project pilih folder libraries, klik kanan dan add new library
-          Ikuti petunjuk yang ada hingga muncul seperti ini
 

-->
-          Pada library  name, isikan ‘sqlite’ atau yang lain
-          Pilih add jar/folder dan kita arahkan pada library SQLite yang baru kita download
-          Sudah
1.       Pilih tab services, klik kanan drivers org.sqlite.JDBC dan pilih connect using…
 
-->Pada field database URL isikan  ‘jdbc:sqlite:/kamus.din’, kamus.din dapat kita ganti dengan nama database SQLite yang sudah kita buat
-->
1.       Didalam java kita buat objek koneksi untuk menghubungkan program java kita dengan SQLite. Seperti ini:

void koneksi(){
  try{
    Class.forName("SQLite.JDBCDriver");
    connection = DriverManager.getConnection("jdbc:sqlite:/kamus.din");
  }
  catch (Exception DBException){
 System.err.println("Error : " + DBException);
  }}
Kira-kira seperti ini contoh aplikasi yang dibuat menggunakan netbeans dan SQLite

 

-->
Demikian sedikit tentang java dan SQLite, berani mencoba, keras kepala (baca: pantang menyerah) dan tidak takut gagal adalah ciri pembelajar sejati. Mari kita berkarya dengan menyumbang apapun yang kita bisa untuk negeri ini. Saya tunggu tulisan anda. Saya tunggu karya anda.
Salam hangat: udinlagi@gmail.com
Contoh aplikasi java dan SQLite 


 






-->








 

2 comments:

  1. numpang lewat juga din....kulonuwun...hehe......

    ReplyDelete
  2. informasi nya bagus bro...
    numpang belajar ya :)

    ReplyDelete